Viral di Medsos, Pernikahan Bocah SMP di Wajo

Daerah, Peristiwa, Wajo903 Dilihat

Buruhtinta.com, WAJO,- Pernikahan sepasang bocah pelajar SMP di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat heboh jagat maya.

Menurut informasi, kedua mempelai tersebut merupakan pasangan kekasih yang baru duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pernikahan kedua anak di bawah umur itu berlangsung di Kampung Pallae, Kelurahan Wiring Palannae, Kecamatan Tempe, Kabupaten Wajo pada Minggu 22 Mei 2022.

Kedua mempelai diketahui bernama Nikma Sari Saskia (16) dan Muh Ferdi (15).

Dalam unggahan video, nampak mempelai pria sedang mengenakan baju pengantin khas Bugis Makassar. Kemudian mempelai pria tampak didampingi oleh pendamping alias anak pengantin yang bersiap menuju rumah pengantin wanita.

Dalam video yang beredar itu, terdengar seorang pria menyinggung jika mempelai pria itu hampir sama besar dengan si pendamping pengantin.

“Siloppo passappi na, mate ni (waduh, mempelai pria sama besar dengan pendampingnya),” kata pria dalam video tersebut.

Sementara dalam sejumlah foto beredar, tampak mempelai pria sedang berdampingan dengan mempelai wanita di atas panggung.

Mereka berdua terlihat sibuk melayani permintaan foto bersama dari sejumlah tamu undangan.

Keluarga Nikma Sari Saskia, yakni Muhammad Aris Ali mengatakan bahwa kedua mempelai masih duduk di bangku SMP.

Mempelai wanita masih kelas 3 SMP sementara mempelai pria duduk di kelas 2 SMP. Keduanya dijodohkan oleh orang tua masing masing.

“Memang keduanya ini dijodohkan dan merupakan satu kampung,” kata Aris saat dimintai konfimasi awak media, Senin 23 Mei 2022.

Aris membeberkan bahwa kedua mempelai masih ada hubungan keluarga. Sehingga perjodohan itu tidak ada unsur pemaksaan dari setiap keluarga.

Hanya saja, tambah Aris, ia belum bisa menjelaskan lebih lanjut terkait duduk perkara hingga kedua mempelai yang masih berstatus anak di bawah umur tersebut dijodohkan.

“Yang jelas, keduanya masih ada hubungan keluarga. Apalagi jarak rumahnya mereka hanya 1 Km” tutup Aris.

Komentar