Seorang Wanita Tewas Membusuk di Indekos Pancoran Saat Beranak

Nasional221 Dilihat

BURUH TINTA.CO.ID, JAKARTA,- Seorang perempuan bernama Atika Febriyani (25) ditemukan tak bernyawa di kamar indekosnya, Belalang nomor 10B Kamar 11 lantai 2 RT04/RW02 Rawajati, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan. Jasad Atika ditemukan oleh tetangga dan warga sekitar pada Sabtu siang (21/9/2019).

Penemuan mayat tersebut berawal dari saksi D, tetangga korban, yang mencium aroma busuk dari arah kamar Atika.

Saksi D sempat mengira aroma menyengat tersebut merupakan bau bangkai tikus. Sampai akhirnya datang S, saksi lain, yang menemukan Atika sudah tertelentang di dalam kamar kos.

“Saksi S mengecek dengan membawa senter besar melalui ventilasi bersama D, setelah diintip ternyata ada seseorang terlentang di lantai,” kata Kapolsek Pancoran Komisaris Endang.

Endang menuturkan, berdasarkan keterangan saksi dan warga sekitar, Atika meninggal bersamaan dengan keluarnya janin dari alat kelamin. Diduga ia tewas saat berusaha melahirkan anaknya tersebut.

“Tidak ditemukan tanda luka bekas penganiayaan, dugaan awal sementara korban meninggal dunia karena melahirkan karena posisi korban ditemukan dalam keadaan terlentang dengan posisi bayi sudah keluar dari mulut alat vitalnya,” ujar Endang.

Masih kaya Endang, dugaan itu semakin dikuatkan oleh kesaksian warga yang mengatakan kondisi Atika tengah hamil besar, saat terakhir kali terlihat pada Selasa (17/9/2019) saat berangkat bekerja.

“Korban diduga meninggal dunia sewaktu melahirkan, dia kehabisan napas dan diperkirakan korban sudah meninggal dunia lebih dari dua hari,” ujar Endang.

Endang menambahkan, kamar dalam keadaan terkunci dari dalam. Tapi dari lubang jendela, terlihat korban bersama bayinya yang baru dilahirkan ditemukan meninggal dunia. Sehingga, Ketua RT 04 dan anggota Polsek Pancoran mendobrak pintu kamar dan mengeluarkan jenazah.

“Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Selanjutnya, mayat dikirim ke RS Fatmawati Jakarta Selatan untuk diautopsi,” pungkas Endang.

Penulis:
Editor: Shinta Maulinda

Advetorial DPRD Jeneponto

Komentar