Rehabilitasi Saluran Irigasi di Kaluku Jeneponto Diduga Tak Sesuai Bestek dan Sarat Kolusi

Daerah, Jeneponto, Korupsi856 Dilihat

Buruhtinta.com, JENEPONTO,- Bantuan rehabilitasi jaringan irigasi yang berada di Kampung Beru Dusun Gudang Desa Kaluku Kecamatan Batang Kabupaten Jeneponto tahun anggaran 2022 disorot sejumlah aktivis LSM.

Salah satunya Lembaga Investigasi Korupsi Turatea (LSM-LINGKAR) Jeneponto.

Pasalnya, kegiatan yang dikelola Kelompok Tani Minasa Te’ne dengan anggaran sebesar Rp75 juta tersebut, diduga tidak sesuai bestek.

Hal itu disampaikan Koordinator Investigasi DPP Lembaga Investigasi Turatea (LINGKAR) Syafaruddin usai melakukan monitoring langsung di lokasi pekerjaan pada Sabtu, (9/7/2022), yang didampingi beberapa warga setempat.

Menurutnya, anggaran Rp75 juta dengan volume pekerjaan sepanjang 235 meter, tinggi 40 cm, lebar atas satu sisi 20 cm, ketebalan Plesteran kurang lebih 1 cm tanpa acian, serta ketebalan plesteran lantai cuma 1 cm terindikasi terjadi MarkUp anggaran.

“Kegiatan terkesan asal jadi dan tidak mengutamakan kualitas serta kuantitas dalam pengerjaan. Sehingga diduga tidak mengacu kepada petunjuk teknis dan Rencana Anggaran Biaya (RAB),” terang Syafaruddin.

Sementara salah seorang warga setempat, Rabali menjelaskan bahwa dirinya bersama Daeng Moke yang diberikan tugas oleh Saparuddin Sitaba warga Dusun Bontoa Desa Bungungloe Kecamatan Turatea.

Rabali menyampaikan jika Saparuddin Sitaba yang berperan selaku ketua Kelompok Tani dengan memakai Nama Kelompok MINASA TE’NE Dusun Gudang Desa Kaluku Kecamatan Batang.

“Jadi saya (Rabali) bersama Daeng Moke diberikan tugas untuk mengawasi jalannya proses kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi mulai dari awal hingga selesai. Dan kini pekerjaan dianggap sudah rampung 100 % selama 13 hari kerja, makanya tidak ada aktivitas lagi,” bebernya.

Lanjut Rabali secara detail menjelaskan menyampaikan bahwa dari awal sebelum kegiatan dilaksanakan tidak ada plang papan nama proyek yang terpasang.

Saparuddin Sitaba Selaku Ketua kelompok Tani Minasa Te’ne yang dipercayakan melalui Daeng Moke, menyampaikan ke saya sebagai warga setempat bahwa anggarannya cuma 30 juta rupiah, itupun tidak cukup dengan volume pekerjaan sepanjang 235 meter.

Ditambahkannya, pekerjaan rehabilitasi jaringan irigasi hanya menghabiskan anggaran kurang lebih Rp11 juta, dimulai pada bulan Juni kemarin dan terhitung selama 13 hari kerja, Dengan rincian pembelian dan pemakaian bahan material sesuai konstruksi.

“Semen Bosowa 40 kg 60 zak, pasir pasang 2 mobil dan gaji para pekerja sebesar Rp1.300.000, sehingga total keseluruhan anggaran yang dikeluarkan untuk pekerjaan tersebut kurang lebih Rp11.300.000. Dan tidak ada pembelian material batu,” beber Rabali saat dikonfirmasi tulis koordinator investigasi LSM LINGKAR.

Dari hasil perhitungan tersebut, sambung Koordinator Investigasi LINGKAR Syafaruddin, bahwa total anggaran Rp75 juta dikurangi Rp11.300.000, maka patut diduga, Saparuddin Sitaba yang mengaku ketua Kelompok Tani Minasa Te’ne berhasil meraup keuntungan kurang lebih Rp63 juta.

“Akibatnya, kuantitas dan kualitas pekerjaan diduga tidak sesuai bestek alias dikerja asal jadi,” jelas kepada Buruhtinta.com, Sabtu (9/7/2022).

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jeneponto, Ir H Ahmad Tunru MP dan Kabid Prasarana Dan Sarana Pertanian (PSP) Ramis SP,M.AP. Selaku PPK/PPTK yang berupaya dikonfirmasi dikantornya, ternyata belum berhasil.

Hingga berita ini diturunkan Saparuddin Sitaba yang mengaku Ketua Kelompok Tani MINASA TE’NE, Juga belum dapat dimintai keterangannya.

Komentar