Petugas Satpol PP Tangerang Gerebek Tempat Prostitusi di Pasar Kemis

Buruhtinta.com, TANGERANG,- Meskipun dalam suasana bulan suci Ramadhan, ternyata tidak menghalangi aktivitas prostitusi online di wilayah Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten.

Hal ini terlihat dari sejumlah perempuan yang menjajakan dirinya melalui aplikasi Mi-Chat di dua lokasi berbeda diangkut Satpol PP Kabupaten Tangerang pada Sabtu (1/4/23) dini hari.

Kedua lokasi tersebut masing masing berada di Refleksi Widuri Pasar Kutabumi Kecamatan Pasar Kemis dan satu orang wanita beserta mucikarinya berhasil diamankan.

Sementara lokasi lainnya berada di sebuah kos-kosan di wilayah Desa Sindangsari, Kecamatan Pasar Kemis dan 5 orang berhasil diamankan dengan 3 orang terbukti melakukan transaksi prostitusi online.

Kepala Bidang (Kabid) Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP (Satuan Polisi Pamong Praja) Kabupaten Tangerang Syahdan Muchtar mengungkapkan bahwa 3 orang dari 5 yang diamankan terbukti melakukan transaksi prostitusi dengan 3 buah kondom bekas diamankan sebagai barang bukti.

“Ada 5 orang yang kita amankan di kos-kosan, 3 orang benar transaksi prostitusi dengan alat buktinya. 2 orang mengaku sepupu,” ungkap Syahdan.

Ia juga menyebutkan, ketiga orang yang terbukti melakukan transaksi prostitusi tersebut diantaranya 2 orang wanita dan 1 orang laki-laki yang berperan sebagai admin.

“Kos-kosan juga kita segel 1. Hal tersebut sebagai upaya dalam meminimalisir kegiatan yang dilarang oleh pemerintah, terutama di bulan Ramadhan,” sebut Syahdan.

Sementara itu diketahui, sebelum melakukan penggerebekan terhadap kedua lokasi yang dijadikan tempat prostitusi online tersebut, sejumlah 6 wanita malam pun diamankan di lokalisasi Kalimati Pasar Kemis, yang ditutup namun ternyata tetap beroperasi.

Kabid Trantibum Satpol PP Kabupaten Tangerang itu pun menuturkan, Operasi Gabungan tersebut dilakukan dalam rangka memastikan kepatuhan masyarakat, baik di dunia usaha maupun yang lainnya.

Terutama katanya, dengan himbauan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan pemerintah Kabupaten Tangerang, selama bulan Ramadhan.

“Kan sekarang bulan suci Ramadan. Dan meminimalisir kemaksiatan di Kabupaten Tangerang,” tandasnya.

Komentar