Massifkan Penurunan Stunting, Bupati Jeneponto Ajak Stakeholder Bergerak Ke Pelosok Desa

Buruhtinta.com, JENEPONTO, – Bupati Iksan Iskandar menghadiri rapat Penguatan Tata Kelola Kampung Keluarga Berencana (KB) dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Di Aula Wisata Bossolo, Desa Rumbia, Kecamatan Rumbia, Jumat (16/12/2022).

Dalam sambutannya, Bupati Jeneponto Iksan Iskandar mengajak semua stakeholder agar terus memassifkan gerakan penurunan stunting hingga ke akar rumput.

“Semua harus bergerak hingga ke pelosok-pelosok desa. Lakukan pengamatan, pengawasan serta pelaporan yang cepat jika menemukan kondisi gizi buruk dan gejala stunting lainnya,” ujar Iksan Iskandar.

“Libatkan jajaran TNI/Kepolisian dan Kelompok masyarakat lainnya dalam gerakan ini,” terang Iksan Iskandar.

Turut hadir ketua Tim Penggerak PKK Jeneponto Hj. Hamsiah Iksan, perwakilan BKKBN Provinsi Sulsel, Kadis PP dan KB Jeneponto dr. HM Iswan Sanabi, SP.Rad, MM Camat Rumbia, Danramil, Kapolsek dan kelompok mitra non pemerintah serta stakeholders terkait.

Sementara Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PP dan KB) Kabupaten Jeneponto Iswan Sanabi mengungkapkan bahwa sosialisasi itu penting namun pelaksanaan dan dukungan oleh seluruh stakeholder tidak kalah penting.

“Kita mendampingi keluarga, remaja calon pengantin, ibu hamil, Pus. Kita memberikan edukasi dan pemahaman kepada remaja calon pengantin bahwa program ini bukan hanya program pemerintah tapi program untuk rasa memiliki keluarga,” ucap Iswan Sanabi.

Dalam pengelolaan stunting, lanjut Iswan Sanabi, kita perlu satu pendekatan khusus sesuai kearifan lokal.

“Stunting bukan hanya angka, tetapi kita mempunyai pekerjaan yang berat bagaimana membangun generasi lebih unggul sesuai harapan pemerintah di tahun 2045 Indonesia emas,” pungkasnya.

Dari pantauan buruhtinta.com, pertemuan itu sebagai upaya penguatan kemitraan dan pemberdayaaan kelompok masyarakat dalam mempercepat penurunan stunting di Kabupaten Jeneponto.

Seperti diketahui, tingkat prevalensi stunting Kabupaten Jeneponto terbilang tinggi, dari data BKKBN menunjukkan posisi presentase yakni pada kisaran 39,7 persen dengan jumlah anak berisiko stunting sebanyak 1.587 anak.

Komentar