Jelang Nataru, Polres Pandeglang Amankan Ribuan Obat Terlarang

Buruhtinta.com, PANDEGLANG,- Jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023 Satresnarkoba Polres Pandeglang mengamankan seorang pria yang diduga menjadi pengedar obat terlarang.

Pria berinisial DA (25) warga Kampung Kadu Tanggai, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes diamankan polisi pada Selasa (20/12/2022) sekitar pukul 23.30 WIB.

Dari tersangka berhasil diamankan sebanyak 2.910 butir Heximer dan 556 butir Tramadol.

Kapolres Pandeglang AKBP Belny Warlansyah membenarkan penangkapan tersangka pengedar obat terlarang tersebut.

Dari tangan pelaku DA, kata AKBP Belny, petugas berhasil menyita barang bukti berupa satu buah tas selempang warna hitam yang berisi 66 butir Tramadol HCI dan 91 bungkus plastik klip yang berisikan masing-masing 10 butir dengan total 910 butir obat tablet warna kuning berlogo mf (Hexymer).

Lanjut AKBP Belny mengungkapkan bahwa saat DA mengaku masih menyimpan obat-obatan di tempat lain dan ditemukan kembali satu buah kardus bekas yang bertuliskan Fleco yang berisi lima bungkus plastik bening dengan 10 lempeng yang mana perlempengnya ada 10 butir dengan total 500 butir obat Tramadol HCI, dua buah pot bertuliskan Hexymer yang masing-masing berisikan 1.000 butir dengan total 2.000 butir obat mf (Hexymer) dan empat pax plastik besar yang berisikan plastik klip kecil kosong yang di temukan di belakang cermin yang berada di kamar pelaku.

“Jadi total barang bukti obat terlarang yang ditemukan dan berhasil diamankan sebanyak 2.910 butir Heximer dan 566 butir Tramadol,” ungkap Kapolres Pandeglang, AKBP Belny Walyansah, Kamis (22/12/2022).

Sementara itu Kasat Resnarkoba Polres Pandeglang AKP Ilman Robiana menyebut pelaku sempat menjual obat terlarang dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp300.000 dan satu buah handphone untuk berkomunikasi dengan pembelinya.

“Pelaku sempat menjual obat tablet merk TRAMADOL HCI dan obat tablet berwarna kuning berlogo mf (HEXYMER) kepada YP,” sebut Ilman.

Akibat perbuatannya, tambah Ilman, pelaku dikenakan Pasal 197 Juncto Pasal 106 ayat (1) subsider Pasal 196 Juncto Pasal 98 Ayat (2) dan Ayat (3), Undang-Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja.

“Pelaku terancam hukuman 10 hingga 15 tahun penjara,” tutup Ilman.

Komentar