Ibu di Malang Menyekap 4 Orang Anaknya Hingga Puluhan Tahun

Jawa Timur, Peristiwa294 Dilihat

BURUH TINTA.CO.ID, JAWA TIMUR,- Seorang ibu di Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur tega menyekap atau tidak mengizinkan anak-anaknya keluar rumah selama puluhan tahun. Kejadian itu baru terungkap setelah ada warga berinisiatif melapor ke pihak kepolisian pada Jumat (3/1/2020).

Sebagian warga sekitar Desa Banjarejo RT 04 /RW 02, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang telah mengetahui kisah keluarga Artimunah (61). Anak-anaknya tidak pernah keluar rumah. Warga sempat menyampaikan surat pengaduan terkait peristiwa itu

Kasubag Humas Polres Malang, AKP Ainun, mengungkapkan, keempat perempuan itu memang telah dewasa dan diperkirakan sudah puluhan tahun tidak keluar rumah, tidak menikah dan tidak berkomunikasi dengan warga sekitar.

“Info dari warga, penyekapan sudah berlangsung lebih kurang 20 thn, berarti keempat perempuan ini disekap sejak masih usia dini,” ungkap Ainun.

Pengungkapan kasus bermula saat jajaran Polsek Pakis, Kabupaten Malang menerima surat pengaduan terkait penyekapan itu. Kemudian Kapolsek Pakis, AKP Sutiyo memerintahkan anggotanya untuk melakukan pemeriksaan terhadap pengaduan itu.

Polisi lalu mendatangi rumah Artimunah, ibu yang diduga menyekap anak anaknya untuk tidak keluar rumah. Polisi akhirnya mendapati 4 orang anak Artimunah. Diantaranya, Asminiwati (44), Titin Yuliarsih (41), Virnawati (39) dan Anis Mufidah (25).

Anggota Polsek Pakis kemudian meminta keterangan anak-anak Artimunah dan sejumlah tetangga.

Bukan hanya anggota Polsek Pakis yang mendatangi lokasi, melainkan perangkat desa setempat, anggota Koramil dan beberapa warga.

Selanjutnya, anak-anak Artimunah dibawa ke Puskesmas untuk diperiksa kondisi kesehatannya. Sementara Artimunah dibawa ke RSJ Lawang. Rencananya keempat anak perempuan Artimunah juga akan dibawa ke RSJ Lawang.

“Korban sudah dievakuasi ke RSJ Lawang berdasarkan surat pengaduan oleh warga bahwa ada warga yang disekap sekitar 20 tahun,” sebut Ainun.

AKP Ainun menambahkan, ada gejala Artimunah mengalami gangguan jiwa setelah bertemu seseorang.

“Ibunya didatangi seorang guru spiritual, anak-anaknya didoktrin untuk tidak keluar rumah,” ungkap Ainun kepada rekan pers.

“Anak yang paling kecil, sempat keluar rumah dan cerita ke tetangga. Akhirnya tetangga melaporkan ke desa, lanjut lapor ke Kapolsek,” tutup Ainun. (Ekh)

Editor: Shinta

Advetorial DPRD Jeneponto

Komentar