Gus Romy Kena OTT, Ketua IPM Lutim:Bangsa Alami Dekadensi Moral

Luwu Timur380 Dilihat

BURUH TINTA.CO.ID, LUWU TIMUR, Ketua Ikatan Pelajar Muhammadiyah Luwu Timur, Nur Ariska menilai, pelaku korupsi di Indonesia ada karena tidak menerapkan nilai-nilai demokrasi Pancasila. Pancasila menerapkan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat.

“Jika semuanya bertujuan kepada kepentingan rakyat, maka tidak akan ada yang namanya pejabat kena OTT KPK,” ujar Ariska dalam keterangannya menanggapi penangkapan Ketua Umum PPP Romahurmuzy oleh Komite Anti Rasua(KPK) di Surabaya.

Ariska menyampaikan itu saat di temui buruhtinta.co.id di Luwu Timur, Sabtu (16/3/2019).

Menurut Ariska, permasalahan korupsi berawal karena uang menjadi landasan utama untuk memperoleh kekuasaan dan jabatan. Jika kekuatan uang yang menjadi faktor utama yang menentukan seseorang untuk memegang kekuasaan atau jabatan, maka kedaulatan rakyat akan dinafikkan berganti dengan kepentingan pribadi atau golongan.

“Moral Anak bangsa semakin terdegradasi, program revolusi mental gagal total, semakin hari semakin kita dipertontonkan perilaku tidak terpuji oleh para elit negeri ini. Yang seharusnya diperhatikan dan diperbincangkan bangsa saat ini, adalah kepedulian anak muda melawan praktik-praktik politik uang yang merusak demokrasi,” ucap Ariska.

Nur Ariska menambahkan, OTT KPK terhadap Gus Romi sangat memalukan. Bagaimana tidak, beliau mantan aktivis pelajar dan tokoh panutan generasi muslim. Tokoh sehebat beliau tidak terbayangkan sedikitpun untuk melakukan hal serendah itu, harapan kita semoga semua anak bangsa menjadi sadar dan mengintrofeksi diri masing-masing.

“Mari luruskan kiblat bangsa dan memperbaiki niat pengabdian kita, agar kejadian ini tidak terulang lagi dan menimpa para tokoh panutan generasi masa depan bangsa,” tutupnya.

Penulis : Anto/Albadru

Editor : Wawan

Advetorial DPRD Jeneponto

Komentar